Eni Saragih Tersangka PLTU Riau-1 Kembalikan Rp 1,25 Miliar ke KPK

Eni Saragih Tersangka PLTU Riau-1 Kembalikan Rp 1,25 Miliar ke KPK

38
0
Eni Saragih Tersangka PLTU Riau-1 Kembalikan Rp 1,25 Miliar ke KPK
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih saat ditanya awak media usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (24/7). Eni Saragih diperiksa untuk mendalami aliran dana dari Johannes Budisutrisno Kotjo. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

 BERITA RIAU, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima pengembalian uang dari tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih. Kali ini, Eni mengembalikan Rp 1,25 miliar ke negara melalui KPK.

“Tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) yang diperiksa sebagai saksi telah menyampaikan bukti pengembalian uang melalui rekening penampungan KPK pada Penyidik. Pada tahap 3 ini, EMS mengembalikan Rp 1,25 miliar,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya, Eni Saragih sudah dua kali mengembalikan Rp 500 juta dari suap yang diterima dari proyek senilai USD 900 juta itu. Pengurus Partai Golkar juga sudah mengembalikan Rp 700 juta ke lembaga antirasuah.

Uang Rp 700 juta itu diduga sempat digunakan untuk Munaslub Partai Golkar yang mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

“Sejauh ini, pengembalian uang ke KPK total Rp 2,962 miliar. Oleh tersangka EMS Rp 2,25 miliar (dalam 3 tahap) dan salah satu panitia Munaslub Golkar Rp 712 juta,” jelas Febri.

Sementara itu, Eni Saragih membenarkan telah menyerahkan bukti pengembalian uang ke KPK. Menurut dia, 2,25 miliar yang dikembalikannya itu merupakan hasil suap yang memang digunakannya untuk kepentingan pribadi.

#Rekomendasi :   Koruptor Kembalikan Uang Negara

“Jadi insyaallah dari yang Rp 4,7 miliar, Rp 500 juta kan sudah disita duluan, yang saya pakai itu Rp 2,250 miliar itu sudah dikembalikan semua ke KPK. Yang sudah terpakai semua sudah saya kembalikan semua,” ucap Eni Saragih usai diperiksa penyidik KPK.

Kasus dugaan suap PLTU ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, dan pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo.

Dalam proses pengembangan, KPK juga menetapkan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

 

Sumber : Liputan6.com

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.