Situbondo Di Guncang Gempa, Seisi Rumah Sakit di Sumenep Berhamburan Keluar

Situbondo Di Guncang Gempa, Seisi Rumah Sakit di Sumenep Berhamburan Keluar

68
0
Situbondo Di Guncang Gempa, Seisi Rumah Sakit di Sumenep Berhamburan Keluar
Gempa Situbondo Kuat, Seisi Rumah Sakit di Sumenep Berhamburan Keluar. (Liputan6.com/M. Fahrul)

 BERITA RIAU, Jakarta – Guncangan gempa magnitudo 6,3 yang terjadi di Situbondo, Jawa Timur, juga dirasakan kuat oleh warga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Akibat guncangan kuat gempa Situbondo, seisi rumah sakit di Sumenep kocar-kacir. Mereka berlarian menyelamatkan diri keluar dari ruangan rawat inap.

“Saat getaran keras terjadi, saya berlari ke bawah untuk menyelamat diri. Waktu itu orang yang ada di rumah sakit berhamburan keluar sambil membawa pasien,” kata Vera, salah seorang warga yang sedang mengunjungi keluarganya di RSUD dr Moh Anwar, Kabupaten Sumenep, Kamis (11/10/2018).

Awalnya suasana rumah sakit senyap, mengingat waktu itu sudah pukul 01.46 WIB. Pasien dan keluarganya sedang beristirahat.

Tiba-tiba bumi berguncang keras, dan seketika suasana menjadi riuh. Terdengar suara teriakan keras dari dalam ruangan rawat inap, warga berlarian ke luar rumah sakit sambil membawa pasien.

“Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Makanya lari keluar dari ruangan, sebab getaran gempa yang terjadi di sini cukup keras,” jelas Vera saat dihubungi Liputan6.com.

Kepanikan akibat guncangan gempa membuat pihak rumah sakit segera bahu membahu mengevakusi pasien ke tempat yang lebih aman, untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

#Rekomendasi :   Efek Gempa 4,4 SR Sangat Berdampak Dahsyat di Banjarnegara, Kenapa?

“Jadi ketika terjadi gempa pasien langsung dievakuasi. Kami memang mengantisipasi hal itu ketika ada bencana,” kata Saprul, Humas RSUD Sumenep.

Meski berada di luar ruangan, rasa takut akibat guncangan keras yang melanda masyarakat tak kunjung hilang. Warga pasrah dan hanya bisa berdoa agar tidak lagi ada gempa susulan. Apalagi sebagian warga yang berada di rumah sakit juga memikirkan nasib keluarga lainnya yang berada di rumah, khawatir terjadi sesuatu akibat gempa tersebut.

Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Tiga orang meninggal dunia adalah:

1) Nuril Kamiliya (7) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

2) H. Nadhar (55) Dusun. Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

3) Laki-laki Dewasa (masih identifikasi) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam – Sumenep.

“Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari (11/10/2018) saat korban sedang tidur. Tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri,” tulis Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

 

Sumber : Liputan6.com

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.