Waspada, Inilah Tanda-Tanda Banjir Bandang Akan Datang

92
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Waspada, Inilah Tanda-Tanda Banjir Bandang Akan Datang
Akses jalan menuju ke Mandailing Natal terputus karena diterjang banjir bandang. (Istimewa)

BERITA RIAU, Jakarta Banjir bandang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan akibat curah hujan cukup tinggi sejak 10 hingga 13 Oktober 2018.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menerangkan secara keilmuan, banjir bandang dapat diprediksi oleh tiga kondisi utama.

“Pertama, kondisi geologi yang terjadi pada daerah hilir dari sungai-sungai yang mengalir di zona pegunungan dengan tektonik aktif. Kedua, kondisi seismisitas kegempaan dengan kekuatan mulai dari Magnitudo 2,5 hingga 4,” ungkap Dwikorita di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

Ketiga, cuaca di pegunungan atau perbukitan hulu sungai terlihat mendung atau berawan tebal.

Baca Juga:   Swalayan di Lenteng Agung Terbakar, Ternyata Ini Penyebabnya

“Banjir bandang itu awalnya akibat longsor yang jumlahnya masif, bisa puluhan sampai ratusan. Seluruh material longsor masuk ke lembah sungai yang sempit, pohon juga akarnya ikut, dan akhirnya jadi tersumbat oleh endapan tanah longsor,” ia melanjutkan.

Karena itu, kata dia, air tidak bisa lolos lewat sumbatan tadi sehingga terjadi akumulasi air hujan di sumbatan-sumbatan longsor. Saat hujan ekstrem terjadi, sumbatan ini tidak tahan dan akhirnya jebol, menyebabkan banjir bandang.

Hujan, ujar Dwikorita, bisa saja tidak terjadi di daerah terdampak banjir bandang atau daerah hilir, tetapi di daerah hulu dimana terdapat longsor-longsor akibat guncangan gempa kecil.

Baca Juga:   Waspada !! Viostin DS dan Enzyplex Mengandung DNA Babi
Dwikorita menekankan agar masyarakat waspada terhadap tanda-tanda awal banjir bandang. Sebab, bencana ini tidak datang tiba-tiba.

“Sampai satu atau dua hari sebelumnya sudah ada tanda-tandanya. Pertama air sungai tiba-tiba keruh, atau mengalir bersama lumpur, pasir, dan ranting-ranting kayu,” dia menjelaskan.

Kedua, tanda-tanda juga disertai kenaikan muka air sungai sekitar 10-20 sentimeter. Kemudian, bila hulu sungai mendung atau ada awan tebal, itu juga merupakan tanda-tanda pemicu hujan ekstrem.

“Yang harus dilakukan bila tanda-tanda terjadi, terjadi satu tanda saja harus segera keluar dari lembah sungai meski tidak ada hujan karena datangnya (banjir bandang) sangat cepat. Hanya beberapa detik, surutnya juga cepat,” dia mengakhiri.

Baca Juga:   BNPB Berikan Bantuan Rp 1 Miliar untuk 4 Kabupaten Terdampak Banjir Sulsel

 

 

Sumber : Liputan6.com

Loading...