Pemutihan Denda Pajak di Riau, Ini Kata Warga

Pemutihan Denda Pajak di Riau, Ini Kata Warga

78
0
Pemutihan Denda Pajak di Riau, Ini Kata Warga
Razia Penertiban pajak digelar di kawasan Bandar Serai Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (16/10/2018). Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Pemutihan Denda Pajak di Riau, Warga: Kalau Dendanya Dihapus Saya akan Bayar Pajak, http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/10/17/pemutihan-denda-pajak-di-riau-warga-kalau-dendanya-dihapus-saya-akan-bayar-pajak?page=3. Penulis: Nasyuha Editor: Ariestia

BERITA RIAU, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau tahun ini akan menerapkan pemutihan denda pajak bagi Penunggak Pajak di Riau.

Ini dimulai dari 22 Oktober hingga 30 November 2018. Berlaku bagi semua kendaraan penunggak pajak berapa lama pun.

Hal ini dijelaskan Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim saat acara penyerahan mobil Samsat dan Kerjasama BPH Migas dan Pemprov Riau Rabu (17/10) di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

“Kita ada Pemutihan denda pajak bagi Penunggak Pajak di Riau. Ini untuk mencapai target capaian pendapatan di Riau,” ujar Wan Thamrin Hasyim kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (17/10).

Karena diakui Plt Gubernur daerah juga banyak menghubungi Dia untuk mengajukan bagi hasil Kabupaten/Kota dari pendapatan pajak tersebut. Apalagi daerah kesulitan dalam anggaran.

“Bupati hampir tiap hari nelpon saya makanya kita kejar pendapatan ini dibagikan secepatnya ke daerah,” ujar Wan Thamrin Hasyim.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Indra Putrayana mengatakan pemutihan denda pajak ini dilakukan kepada seluruh Penunggak Pajak, baik itu yang menunggak lama ataupun baru setahun.

“Semuanya berlaku bagi siapapun yang jelas semua denda akan dihapuskan,” ujar Indra Putrayana.

Waktunya sengaja hanya diterapkan lima pekan, agar bisa dimaksimalkan masyarakat Penunggak pajak dengan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Jadi tidak dibuat lama, cukup dimanfaatkan saja waktu yang ada ini,” ujar Indra Putrayana.

Untuk antisipasi membludaknya masyarakat yang bayar pajak, menurut Indra Putrayana bisa saja dilakukan penambahan jumlah loket pelayanan.

“Yang jelas di seluruh UPT semua pelayanan itu akan diterapkan silahkan masyarakat untuk bayar pajak,” ujarnya.

Sebagaimana dikatakan Indra potensi Penunggak Pajak di Riau cukup besar, bahkan bisa capai 20 persen dari total kendaraan di Riau sehingga potensi sangat besar.

“Banyak potensinya yang digratiskan itu denda Pajak Kendaraan Bermotor dan denda SW asuransi untuk Jasa Raharja,” jelas Indra Putrayana.

Apalagi saat dilakukan razia kendaraan Penunggak pajak dalam beberapa hari terakhir jumlah penunggak pajak ternyata jumlahnya sangat besar. Dimana dalam razia terakhir dari 900 an kendaraan yang terjaring, 300 an diantaranya nunggak pajak.

#Rekomendasi :   Catat Jadawalnya : Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku 5 Pekan Mulai 22 Oktober 2018

“Artinya dari situ bisa dilihat jumlah penunggak pajak itu besar dan potensi Pendapatan dari sana juga lebih besar lagi dan mendongkrak pendapatan, “ujarnya.

Menurut Indra ada beberapa faktor penyebab masyarakat enggan bayar pajak kendaraan ini, di antaranya karena peralihan kepemilikan, di saat bayar pajak harus menggunakan KTP asli si pemilik sebelumnya.

“Kemudian malas karena sudah terlambat, jadi dibiarkan saja, terutama bagi pemilik kendaraan di daerah pelosok, yang aktivitasnya lebih banyak ke kebun, “ujar Indra Putrayana.

Sementara dengan adanya kebijakan pemerintah provinsi melakukan Pemutihan denda pajak bagi penunggak pajak tersebut disambut masyarakat, karena bagi mereka akan meringankan beban.

“Kalau dendanya dihapus saya akan bayar pajak, karena udah nunggak tiga tahun, kalau dihitung dendanya udah besar,” ujar Masnurma warga Pekanbaru ini.

Masnurma mengakui sudah menunggu kebijakan pemerintah tentang penghapusan ini, sehingga menurutnya sangat tepat, apalagi dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah sangat tepat sekali.

“Cukup membantu juga, karena dari hitungan saya kalau dendanya dihapuskan maka total hutang pajak saya berkurang lebih setengah dari awalnya,” ujar Masnurma.

Tidak hanya Masnurma yang menyambut baik rencana pemerintah ini, warga lainnya Yayat juga mengaku kabar baik, apalagi Ia punya kendaraan yang sudah nunggak pajak empat tahun.

“Insya Allah kalau ada Pemutihan saya mau bayar pajak, ini kan dendanya sudah besar kali, makanya malas bayar pajak,” jelas Yayat.

Yayat juga mengaku di tengah kondisi ekonomi sulit ini tentunya bisa membantu beban warga dan ia pun mengupayakan untuk bayar pajak tersebut.

“Kalau saya sendiri akan berusaha ikut dalam pemutihan denda ini, biar nggak makin lama tunggakan pajaknya,” ujar Yayat.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mendapatkan amunisi untuk mengejar wajib pajak. Empat unit mobil Samsat Keliling akan segera dimanfaatkan untuk mengejar penunggak pajak terutama daerah pelosok di Riau.

Empat unit Mobil Samsat keliling ini merupakan bantuan dari Bank Riau Kepri dan sudah diserahkan Rabu (17/10).

 

 
Sumber : Tribunpekanbaru.com

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.