Kejar Pelaku Hoaks Tito Tersangka KPK, CyberCrime Dan Multimedia Akan Turun Tangan...

Kejar Pelaku Hoaks Tito Tersangka KPK, CyberCrime Dan Multimedia Akan Turun Tangan Untuk Membantu

21
0
Kejar Pelaku Hoaks Tito Tersangka KPK, CyberCrime Dan Multimedia Akan Turun Tangan Untuk Membantu
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jend. Pol. Tito Karnavian. Dok.TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

BERITA RIAU, JAKARTA – Mabes Polri melibatkan semua kekuatan multimedia dan Direktorat Cyber Crime untuk mencari pihak yang diduga membuat surat palsu pemanggilan Kapolri Jenderal Tito Karnavian oleh penyidik KPK.

Pelaku dicari adalah pihak yang membuat surat panggilan palsu, mengunggah ke media sosial, atau yang mengedarkan fotonya.

“Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/10).

Setyo menegaskan, surat panggilan terhadap Tito merupakan hoaks.

“Itu hoaks. Sudah ada pernyataan dari KPK, surat itu kan ada kode-kode tersendiri,” ujar Setyo.

Menurutnya, hoaks itu sudah terindikasi dari tanggal pembuatan yang tidak diketik dan justru ditulis menggunakan tulisan tangan.

Setyo menegaskan, setelah melakukan konfirmasi ke KPK, menghubungi Juru Bicara KPK Febri Diansyah, surat itu tidak betul.

Juru bicara KPKmemastikan surat yang beredar tentang pemanggilan penyidik terhadap Tito palsu.

“Surat itu tidak benar. KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” ujar Febri.

Menurutnya, keterangan yang tertera di dalam surat tersebut dapat dengan mudah dibuktikan bahwa, itu palsu. Pertama, penomoran dalam surat tersebut keliru.

Stempel yang digunakan juga salah, berbeda dengan asli yang digunakan KPK dalam surat pemanggilan saksi maupun tersangka.

Sebelumnya, beredar foto surat dengan keterangan surat panggilan.

Foto surat panggilan kepada Kapolri untuk hadir ke kantor KPK di Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan menjadi viral.

Dalam surat panggilan, Tito dinyatakan berstatus tersangka. Ternyata hal itu kabar bohong alias hoaks. Polisi kini memburu pelaku.

Dalam foto surat tertulis Tito dipanggil untuk menghadap penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

Foto surat pemanggilan Tito, terkait pemeriksaan kasus penerimaan suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman, beredar di media sosial.

Setyo mengungkap, sejumlah kabar dari media yang menyatakan Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan surat panggilan tersebut palsu. Polri dan KPK mengejar pelaku yang membuat berita bohong.

#Rekomendasi :   Polda Kepri Dilaporkan ke Propam, Begini Reaksi Kapolri

“Langkah kami selanjutnya adalah dari Direktorat Cyber Crime, kemudian didukung seluruh tim kekuatan multimedia Polri akan melakukan pencarian pelaku,” ujar Setyo.

Jangan Sebar

Mencegah tersebarnya berita bohong, Setyo mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan foto surat tersebut.

Saya minta ke seluruh masyarakat yang menerima atau mendapatkan berita bohong itu, jangan disebarkan karena sistem keamanan Polri sudah berjalan,” kata Setyo.

Masih menurut Setyo, kepolisian akan menyelidiki temuan Indonesialeaks yang menyebut nama Tito.

Namun, Setyo mengatakan, penyelidikan tidak akan dilakukan di internal Polri, tetapi di eksternal lembaga kepolisian tersebut.

“Untuk di dalam kepolisan enggak ada (penyelidikan), saya jamin solid. Kami lakukan penyelidikan keluar,” ujar Setyo di PTIK, pekan lalu. Tetapi, Setyo tidak menjelaskan lebih lanjut terkait penyelidikan eksternal tersebut.

Ia mengatakan, Polri akan mengklarifikasi laporan Indonesialeaks.

Dalam laporan soal Buku Merah Indonesialeaks, muncul dugaan perusakan barang bukti dalam kasus suap impor daging dengan tersangka Basuki Hariman di KPK.

Laporan itu menyebut bahwa perusakan barang bukti tersebut diduga dilakukan oleh dua penyidik yang dari Polri. Aliran dana suap impor daging tersebut diduga mengalir ke Kapolri.

Setyo mengatakan, penyebutan nama Kapolri bisa hanya pencatutan nama. Apalagi, Tito merupakan pejabat yang banyak dikenal orang.

“Kalau pencatutatan nama Pak Tito ini banyak sekali. Minggu lalu kan ada rilis dari Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya). Ada yang mengaku, sebagai sespri yang bisa mempertemukam dengan Pak Tito, kemudian orang itu minta duit,” kata Setyo.

“Ada lagi yang dapat surat perintah, tapi ternyata palsu untuk mengurus besi bekas PT Freeport. Ada juga kasus Labora Sitorus itu juga nyebut nama Pak Tito. Itu yang diproses, mungkin yang tidak diproses lebih banyak,” lanjutnya.

 

Sumber : Tribunpeknbaru.com

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.