Hasil Investigasi Lion Air Jatuh, Paling Cepat Selesai 6 Bulan

Hasil Investigasi Lion Air Jatuh, Paling Cepat Selesai 6 Bulan
Kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 terlihat setelah diambil dari perairan Karawang, Jawa Barat (1/11). (AFP Photo/Malekiano)
Bagikan :

BERITA RIAU, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 paling cepat terbit enam bulan.

“Saya tanya KNKT berapa lama proses itu berlangsung. Memang cukup lama, paling tidak enam bulan karena ada beberapa proses yang dilakukan,” kata Budi di Jakarta,

Menurut dia, KNKT masih memfokuskan perhatian pada pencarian kotak hitam (black box) kedua Lion Air. Sebab, baru satu bagian black box ditemukan, yakni Flight Data Recorder (FDR).

“Sekarang baru ketemu yang FDR, satu lagi ada CVR (Cockpit Voice Recoder), kami tunggu dan harapkan 1-2 hari ini jalan,” ujar Budi.

Baca Juga:   PSI Melaporkan Penyebaran Spanduk Hargai Hak LGBT ke Bareskrim

Dia mengatakan, KNKT juga akan meminta data dari pihak manufaktur, dalam hal ini, Boeing untuk melengkapi bahan investigasi.

“Juga karena ada konfirmasi yang harus dilakukan manufakturnya dan pihak tertentu. Seperti apa tindak lanjutnya itu nanti,” ucap Budi seperti dilansir Antara.

Saat ini, lanjut dia, KNKT sudah bertemu dengan pihak Boeing untuk merancang investigasi kecelakaan Lion Air JT 610. Termasuk pendampingan dalam hal-hal teknis.

“Yang sudah ketemu Boeing itu KNKT. Saya belum tahu apa yang dibicarakan,” kata Menhub Budi Karya.

Sementara itu, KNKT membenarkan tengah merancang rencana investigasi dengan Boeing terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018.

Baca Juga:   Anies Baswedan Datang Langsung Ke Lokasi Banjir

“Kami punya rencana investigasi seperti apa kemudian dia masuk mana saja yang bisa dibantu,” kata Investigator Transportasi Udara KNKT, Ony Suryo Wibowo.

Selain itu, KNKT meminta buku panduan (manual book) Boeing-737 Max 8 untuk dipelajari sebagai bagian dari proses investigasi.

KNKT bersama tim SAR gabungan juga akan berupaya menemukan kotak hitam yang kedua, karena sampai saat ini belum ditemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610.

Ony menjelaskan, apabila CVR tidak ditemukan, akan sangat sulit untuk melakukan investigasi karena tidak ada data kuat.

Baca Juga:   Secara Resmi Rusia Blokir Aplikasi Pesan Telegram

“Ya akan sulit. Kami tidak punya data apapun. Apabila hanya FDR bisa tapi itu kan angka, kalau ketemu angka itu kan gambar sebenarnya seperti apa. Mungkin kalau CVR-nya saja, ngomong-ngomong di cockpit. Saya melotot ke Anda, emangnya FDR tahu matanya ke mana tangannya ke mana, intonasinya seperti apa,” tutur Ony.

KNKT dan tim SAR gabungan hanya memiliki 30 hari untuk menemukan kotak hitam lainnya.

 

Sumber : Liputan6.com



Be Smart, Read More