Basarnas Pihaknya Hentikan Pencarian Korban Lion Air Jatuh di Perairan Karawang

Basarnas Pihaknya Hentikan Pencarian Korban Lion Air Jatuh di Perairan Karawang

19
0
Basarnas Pihaknya Hentikan Pencarian Korban Lion Air Jatuh di Perairan Karawang
Basarnas menghentikan pencarian korban Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat. (Merdeka.com/ Nur Habibie)

BERITA RIAU, Jakarta – Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi menyatakan, pihaknya menghentikan pencarian terhadap korban Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610. Keputusan diambil berdasarkan evaluasi, peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan dari berbagai pihak

Tepat pada hari ini Sabtu (10/11/2018), Basarnas telah mencari korban selama 13 hari dari hari jatuhnya Lion Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin 29 Oktober 2018.

Dia mengatakan, pada Jumat pagi 10 November, pihaknya hanya menemukan satu kantong jenazah. Setelah itu sampai sore dan malam tidak ada lagi penemuan. Begitu juga dengan hari ini, tidak ada penemuan.

“Jadi berdasarkan pantauan tersebut, kami dari tim SAR Basarnas pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat itu disudahi atau ditutup hari ini,” kata Syaugi di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

Dia mengatakan, tim Basarnas telah mengumpulkan 196 kantong jenazah korban Lion Air dan sudah dikirimkan ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi.

#Rekomendasi :   Pemetaan Lokasi Cari Lion Air Jatuh di Karawang Menjadi Terkendala Basarnas

“Sampai hari ini kita sudah menyerahkan 196 kantong jenazah kita lihat sama-sama tim DVI tadi malam sudah 77 yang sudah teridentifikasi,” ujar Syaugi.

Pantauan merdeka.com, beberapa menit Syaugi mengumumkan penghentian evakuasi korban, sejumlah tenda posko langsung dibongkar, salah satunya tenda milik dari TNI. Selain itu, beberapa tenda yang masih berdiri, tapi sebagian barang-barangnya sudah mulai diangkut seperti tenda Polisi.

Ia pun meminta maaf terhadap keluarga korban selama dalam proses evakuasi korban. Ia berharap, jenazah korban yang sudah diserahkan tim DVI bisa teridentifikasi semua.

“Mudah-mudahan dengan 196 kantong jenazah ini bisa 189 teridentifikasi. Kami bukan sempurna jadi pasti ada kekurangan ya kami akan evaluasi kekurangan-kekurangan yang ada,” pungkas Syaugi.

 

Sumber : Liputan6.com

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.