KNKT: Hilangnya Sinyal CVR Lion Air Bukan Karena Lumpur Laut Tapi Karna Ini

32
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
KNKT: Hilangnya Sinyal CVR Lion Air Bukan Karena Lumpur Laut Tapi Karna Ini
Personil SAR Gabungan membawa kantong jenasah yang diturunkan dari KN SAR Sadewa di Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Rabu (31/10). 189 orang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 610, Senin (29/10) lalu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

BERITA RIAU, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) optimistis dapat menemukan cockipt voice recorder (CVR) yang menjadi bagian dari kotak hitam (black box) Lion Air PK-LQP. KNKT menduga sinyal Ping melemah bukan lantaran tertimbun lumpur.

“Kami kemarin sampai mengadakan simulasi ada satu Pinker kita ikat di pipa dan masukkan ke dalam lumpur. Terus kita coba dengarkan dan ternyata masih bisa dideteksi,” ujar Soerjanto di Kantor Kemenhub Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

“Jadi asumsi yang sebelumnya kita pikirkan kemungkinan di dalam lumpur suara (Ping-nya) tidak bisa di dengar, itu sudah hilang karena kita sudah pengujian bahwa meskipun di dalam lumpur tidak masalah,” sambung dia.

Baca Juga:   Terungkap, Kuat Duga'an Pilot dan Kopilot Lion Air JT 610 Beda Tindakan Saat Terbang

Soerjanto menduga CVR Lion Air PK-LQP belum ditemukan lantaran rusak bersamaan dengan kecelakaan pesawat itu sendiri.

Karenanya, KNKT dan stakeholder lainnya sedang menyusun strategi untuk menemukan black box jenis tersebut.

“Kami sedang menyusun strategi untuk menemukan CVR,” ucap Soerjanto.

Menurut dia, CVR sangat penting ditemukan karena proses investigasi memerlukan rekaman pembicaraan atau komunikasi yang dilakukan awak kabin sebelum terjadinya kecelakaan.

Oleh karena itu, KNKT masih tetap mencari CVR meskipun Basarnas telah menghentikan proses evakuasi.

“Jadi data CVR ini akan lebih banyak mengamati human factornya,” tutup Soerjanto.

Baca Juga:   KNKT Gunakan Sederet Metode Pencarian, Agar CVR Lion Air Di Temukan

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB, Senin 29 Oktober 2019. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat.

Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

 

Sumber : Liputan6.com

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.