Pasca Kebakaran Di Pasar Pagi Arengka, 5 Ton Bawang Putih Nyaris Ludes Dilalap Api

10
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Pasca Kebakaran Di Pasar Pagi Arengka, 5 Ton Bawang Putih Nyaris Ludes Dilalap Api
Bangunan Dekat Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Terbakar 15 Ton Bawang Putih Nyaris Ludes Dilalap Api

BERITA RIAU, PEKANBARU – Bau menyengat terasa menusuk hidung saat Tribunpekanbaru.com menghampiri bekas lokasi kebakaran di belakang pedagang buah Pasar Pagi Arengka, Selasa (27/11/2018).

Aroma menyengat tersebut terasa pedih di mata dan hidung sebab bau tersebut muncul dari tumpukan bawang merah dan bawang putih yang terbakar.

Meski sisa kebakaran di ruko 6 pintu tersebut memunculkan aroma bau yang menyengat dan pedih, namun sejumlah pemilik ruko bersama pekerjanya tampak tidak mempedulikanya.

Mereka terus mengais tumpukan bawang yang sudah menghitam di bagian atasnya.

Namun dari kejauhan di dalam tumpukan tersebut masih terlihat bawang putih masih tidak tersulut api.

Sehingga masih bisa diambil untuk dijual oleh pemiliknya.

Sejumlah pekerja kemudian memisahkan bawang yang tidak terbakar ke dalam karung.

Sementara petugas lainnya mengupas kulit luar bawang yang sudang menghitam sambil berharap bawang tersebut masih bisa diselamatkan untuk dijual kembali.

Musibah kebakaran yang terjadi Senin (26/11/2018) malam itu membuat pemilik gudang bawang merugi.

 

Pasalnya di dalam bangunan ruko yang terbakar tersebut tersimpang puluhan ton beragam bahan bumbu masak.

Mulai dari bawang putih, bawang merah, cabe giling, kelapa, jahe, kunyit, lengkuas garam dan bahan kebutuhan pokok lainya.

Baca Juga:   Kebakaran Hebat di Simpang Pasar Pagi Arengka, Enam Bangunan Ludes Terbakar

Seperti yang dialami oleh Hendri.

Salah seorang pemilih gudang bawang yang rukonya ikut terbakar ini mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah akibat musibah tersebut.

Apalagi stok bawang putih yang ada digudangnya tersebut baru saja masuk Sabtu (24/11) kemarin.

“Belum sempat kami jual lagi, karena baru masuk sabtu kemarin,” kata pria berusia 30 tahun ini.

Bawang yang terbakar tersebut seharusnya didistribusikan kepada pedagang-pedagang yang ada di Pekanbaru dan beberapa daerah di luar Pekanbaru.

Namun akibat terjadinya kebakaran tersebut, maka pendistribusian bawang ke tingkat pedagang pun dipastikan akan mengelami kendala.

Sebab stok bawang yang bisa dijual ke pedagang jumlahnya akan menurun karena sebagian besar bawang sudah dalam kondisi hangus terbakar.

“Sedikit banyak pasti nanti berpengaruh di pasaran. Karena rata-rata pedagang bawang dapat pasokan dari sini,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan, di gudang yang terbakar tersebut setidaknya ada stok bawang putih sebanyak 15 hingga 20 ton.

Sedangkan untuk bawang merah sekitar 8 hingga 9 ton.

“Ini yang bisa kita selamatnkan paling sekitar 30 sampai 40 persen lah,” katanya.

Hendri yang mengaku sudah menekuni usahanya selama 15 tahun tersebut harus menelan rasa pahit.

Baca Juga:   Bangunan Dekat Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Terbakar, Api Diduga dari Gudang Giling Bumbu

Pasalnya belum sempat bawangnya dijual ke pedagang, ternyata sudah keduluan dilalap si jago merah.

Sementara saat disinggung berapa kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini, Hendri memperkirakan mencapai 200 juta.

“Mau gimana lagi bang, namanya juga musibah,” kata Hendri mencoba untuk ihlas menerima musibah tersebut.

Seperti diketahui, musibah kebakaran kembali terjadi di Pekanbaru, Senin (26/11/2018) malam.

Kali ini si jago merah melalap Rumah Toko (Ruko) yang berada di Jalan Soekarno Hatta Simpang Pasar Pagi Arengka.

Bangunan ruko yang terbakar tersebut tepat berada di belakang kios-kios pedagang buah di Pasar Pagi Arengka.

Menurut keterangan salah seorang saksi mata, Anto api pertama kali muncul dari salah satu bangunan ruko sekitar pukul 22.30 Wib.

Saat itu dirinya melintas di pasar pagi Arengka dan melihat kepulan asap bercampur api membumbung tinggi ke udara.

Setelah mendekat, ternyata benar, deretan bangunan ruko yang ada di pasar pagi arengka dilalap is jago merah.

“Api cepat menjalarnya bang, paling sekitar 15 menit lah sudah menyebar. Beruntung pemadam kebakaran cepat sampai di lokasi,” katanya.

Musibah kebakaran tersebut sontak membuat arus lalu lintas di pasar pagi arengka sempat macet.

Baca Juga:   Asian Games 2018 Berakhir, Para Ribuan Atlet Sudah Pulang ke Negara Asal

Sejumlah pengendara yang melintas di lokasi tersebut langsung menghentikan laju kendaraanya.

Beberapa pengendara tampak sibuk mengambil video dan foto melalui kamera ponselnya masing-masing.

“Nggak tau juga dari mana asalnya, sampai disini api sudah membesar,” tambah Anto.

Sementara Kepala Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Burhan Gurning saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Senin (26/11/2018) malam membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut.

Pihaknya begitu mendapatkan laporan langsung menurunkan sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

“Petugas dari empat posko sudah kita turunkan ke lokasi dan api sudah berhasil kita padamkan,” kata Gurning.

Menurut keterangan Gurning, dalam musibah kali ini setidaknya ada 6 unit bangunan yang terbakar.

Sebagian besar bangunan yang terbakar adalah gudang bawang dan sembako.

“Iya, itu rata-rata bangunan yang terbakar adalah bangunan gudang,” imbuhnya.

Namun sejauh ini pihaknya belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang ditimbulkan akiba musibah ini.

Begitu juga penyebab kebakaran.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan.

“Belum tahu, kita fokus memadamkan api saja,” pungkasnya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.