Demonstran Menyebut Reuni 212 Agenda Politik Kepanjangan Tangan HTI

11
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Demonstran Menyebut Reuni 212 Agenda Politik Kepanjangan Tangan HTI
Massa GJI membentangkan bendera Merah Putih raksasa saat menggelar aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut izin penyelanggaraan Reuni 212 di depan Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/11). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

 BERITA RIAU, Jakarta – Balai Kota DKI Jakarta kembali digeruduk massa. Kali ini pendemo menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin penggunaan Lapangan Monas untuk aksi reuni 212.

Massa yang menamakan Gerakan Jangan Ganggu Indonesiaku berdemo sejak siang dan hingga saat ini masih menunggu Anies menemui mereka di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.

Boedi Jarot, salah satu orator menyebut alasan mereka meminta Anies mencabut izin penggunaan Monas untuk reuni 212. Acara tersebut sangat rawan untuk bisa disusupi kepentingan politik.

Baca Juga:   Jokowi Menjenguk BJ Habibie di RSPAD Gatot Subroto

“Kalau (212) ada urgensinya untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, merah putih, ya monggo. Ini kan enggak ada. Kalau aparat menganggap ini hanya reuni, enggak ada agenda politik, itu keliru. Itu bahaya. Ini ada agenda politik. Ini kepanjangan tangan dari HTI,” kata Boedi.

Selain itu, aksi reuni 212 tidak memberi pengaruh positif bagi Jakarta.

“Tidak ada keuntungan sama sekali dengan memberikan izin ini. Kami akan terus mencoba menghentikan, kami sudah siapkan pasukan untuk masuk ke 212,” ucapnya.

“Ini aksi pembodohan buat saya di sini. Ini bukan agama. Ini agenda politik yang ada hubungannya dengan ideologi khilafah yang diusung HTI,” tambah Boedi.

Baca Juga:   Setelah Sandiaga Uno, Mar'uf Amin Akan Datang ke Riau Juga Berikut Agenda nya

Adapun reuni 212 akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, Minggu 2 Desember 2018. Aksi ini disebut-sebut akan dihadiri jutaan massa aksi.

 

 

Sumber : Liputan6.com

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.