Jelang Pemilu, Aparat Melakukan Simulasi Bentrok, Massa Aksi Lempari Aparat di Jalan Gajah Mada Pekanbaru

62
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Jelang Pemilu, Aparat Melakukan Simulasi Bentrok, Massa Aksi Lempari Aparat di Jalan Gajah Mada Pekanbaru
Simulasi Bentrok Jelang Pemilu, Massa Lempari Aparat di Jalan Gajah Mada Pekanbaru Dok. Istimewa

BERITA RIAU, PEKANBARU – Ratusan yang merupakan pendukung dari salah satu calon di gelaran Pemilu 2019, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPU Riau di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Jumat (6/12/2018).

Aksi ini merupakan skema simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar jajaran Polda Riau jelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Dalam simulasi, diceritakan massa datang untuk melakukan protes terkait hasil pemungutan suara.

Mereka tidak puas, calonnya kalah dalam pemilihan.

Mereka yang sudah dikuasai emosi, selanjutnya melakukan sejumlah tindakan anarkis.

Seperti melempari petugas kepolisian yang saat itu sedang melakukan pengamanan dengan botol kemasan bekas air mineral, hingga mencoba mendorong pagar betis yang dipasang aparat.

Massa aksi juga melakukan bakar ban bekas.

Baca Juga:   Dua Kelompok Mahasiswa Makassar Tawuran di Kampus UNM,Pelemparan Molotov Pun Terjadi

Petugas saat itu mencoba untuk menenangkan massa aksi.

Namun massa aksi malah semakin beringas.

Tak ayal, massa yang enggan membubarkan diri ini terlibat bentrok dengan pihak pengamanan.

Akhirnya dengan sigap, petugas kepolisian lainnya yang dilengkapi persenjataan lengkap dengan tameng, datang dan berupaya mengendalikan keadaan.

Tak hanya itu, kendaraan taktis water canon dan unit K-9 (Pasukan Satwa) diterjunkan ke lokasi.

Barulah selang beberapa waktu kemudian, pergerakan massa berhasil dikendalikan aparat.

Simulasi pengamanan ini dilakukan menyeluruh, sesuai dengan tahapan-tahapan pemilu.

Misalnya saja pengamanan saat kampanye, masa tenang, pencoblosan, penghitungan suara dan tahapan-tahapan pemilu lainnya.

Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan diri aparat, termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pengamanan Pemilu 2019.

Baca Juga:   Bom di Kampus Unri, Kampus Jadi Rumah Baru Teroris?

“Simulasi sistem pengamanan kota yang kita laksanakan pada hari ini, intinya adalah ini bentuk kegiatan preventif. Kita tidak mengharapkan seperti yang terjadi di simulasi tadi,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, usai kegiatan Sispamkota.

“Namun demikian kita (Polri) aparat penegak hukum dibantu rekan-rekan TNI Korem dan Lanud, kita mempersiapkan diri dengan baik, segala sarana dan prasarana kita siapkan. Untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang bisa terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu di April 2019 nanti,” sambung Kapolda lagi.

Widodo memastikan, pihak kepolisian dalam hal ini sudah siap untuk melakukan pengamanan terhadap serangkaian tahapan Pemilu 2019 nanti. Koordinasi juga terus dilakukan dengan sejumlah stake holder terkait lainnya.

“Secara internal dalam kondisi apa pun kiga siap. Dibantu teman-teman TNI kita harus siap. Juatru saya harapkan di wilayah Riau, seluruh Kabupaten Kota, terutama Pekanbaru tidak terjadi seperti apa yang disimulasikan tadi,” ungkap Jenderal Bintang Dua ini.

Baca Juga:   Benda Yang Diduga Badan Lion Air JT 610 Ternyata Bukan Bangkai Pesawat Lion Air JT 610 ?

Lanjut Widodo, crowded atau bentuk kerusuhan massal yang terjadi dalam simulasi, turut melatih aparat dalam menangani massa aksi dengan mengambil tindakan yang eskalatif.

‘Mulai dari yang ringan, kemudian sampai penembakan dengan gas air mata dan sebagainya. Itu sangat tidak kita harapkan,” papar Widodo.

Dirinya menambahkan, mengacu dari pengalaman terdahulu, pelaksanaan Pemilu di Pekanbaru masih terbilang aman dan kondusif.

“Di 2019 nanti kita berharap tentunya akan lebih aman lagi,” tandasnya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.