Menurut Media Asing, Pasangan Calon Ini Pemenang Debat Pertama Capres Cawapres 2019

122
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Menurut Media Asing, Pasangan Calon Ini Pemenang Debat Pertama Capres Cawapres 2019
Debat Capres-Cawapres Pilpres 2019 Dok.Grafis Tribun Pekanbaru/Didik Ahmadi

BERITA RIAU, Debat antara dua pasangan kandidat capres-cawapres menjadi perhatian warganet.

Situs Spredfast mencatat bahwa dalam lima jam, dari pukul 18.00 hingga 23.00 WIB, ada lebih dari 52.000 cuitan membahas jalannya debat.

Setiap jam, ada sekitar 5.000 cuitan dari warganet terkait terkait pelaksanaan debat pasangan capres-cawapres yang membahas soal penegakan hukum, isu HAM, pemberantasan terorisme dan penanggulangan korupsi.

Sejumlah media asing mengikuti jalannya debat televisi pertama antara pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga, Kamis (17/1/2019) dan memberikan tanggapan.

Debat televisi Kamis malam adalah debat pertama dari lima debat televisi yang direncanakan akan digelar sebelum dilangsungkannya pemberian suara tanggal 17 April 2019.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku puas dengan hasil debat kandidat pilpres 2019 yang berlangsung semalam.

Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin berdebat dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal isu hukum, korupsi, terorisme, dan HAM.

“Puas. Ya, ini kan sebetulnya kita hanya bercerita apa yang telah kita lakukan dan kerjakan,” kata Jokowi kepada wartawan di sela kunjungan kerjanya di Garut, Jumat (18/1/2019).

Berbeda dengan saat debat semalam, kali ini Jokowi memberikan apresiasi kepada rivalnya.

Menurut dia, pasangan calon nomor urut 02 itu telah banyak memberikan masukan.

Baca Juga:   Pengibar Bendera HTI Saat Hari Santri di Garut, Begini Sosoknya?

“Kalau ada yang kurang itu yang akan kita perbaiki. Intinya ke sana. Jadi kalau ada kemarin masukan-masukan dari Pak Prabowo-Sandi, ya baik untuk perbaikan-perbaikan ke depan,” kata Jokowi.

Lembaga riset dan konsultan politik Charta Politika mencatat ada sekitar 12,7% pemilih yang masih tidak tahu atau tidak menjawab soal pilihan politik mereka dalam pemilihan presiden 2019.

Para undecided voters—yang belum menentukan pilihan—menurut pengamat politik dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah, ingin melihat narasi apa yang sebenarnya ingin disampaikan kedua calon lewat debat.

Namun jika kita melihat di kalangan sebagian warganet, ternyata keinginan yang muncul justu untuk mengikuti perkembangan meme terbaru.

Twitter pesan oleh @seterahdeh: yang paling ditunggu netizen dalam debat pilpres adalah meme apa yang kira2 akan muncul. #DebatPilpres2019

Twitter pesan oleh @ikramarki: D'oh, nggak sabar nih nunggu #DebatPilpres2019 pengen liat salah satu paslon ada yang menutup statement-nya dengan

Debat perdana Pilpres 2019 dipandu oleh Ira Koesno dan Imam Priyono.

Ira, jurnalis senior yang dulu tampil di SCTV, pernah memandu debat presiden tahun 2004, dan kemudian muncul lagi saat memandu debat cagub-cawagub DKI Jakarta pada 2017.

Sama halnya seperti saat itu, penampilan Ira sebagai moderator pun kembali menjadi perhatian khusus warganet.

Twitter pesan oleh @ririnriandini: pertanyaan paling ditunggu dari #DebatPilpres2019 adalah skincare-nya mb ira koesno apaan yha?

Twitter pesan oleh @KolikSam: Mbak ira kusno kok awet muda ya bedaknya apaan mbak...😍😍😍 #DebatPilpres2019

 

Dalam debat, kandidat capres Prabowo Subianto mempermasalahkan penegakan hukum aparat Jokowi, yang disebutnya berat sebelah.

Menurutnya, kepala daerah yang mendukung Prabowo ditangkap, namun mereka yang mendukung Jokowi ‘baik-baik saja’.

Baca Juga:   Tidak Di Respon Ustaz Abdul Somad, Pertemuan Dengan Prabowo Bakal Batal?

Jokowi menjawab: “Jangan menuduh begitu Pak Prabowo. Kalau ada bukti, diajukan saja.” Dia kemudian menyinggung soal hoaks Ratna Sarumpaet.

Twitter pesan oleh @BBCIndonesia: Jokowi

Dalam pertanyaan debat soal perbandingan antara ketegasan penegakan hukum dan perlindungan HAM, waktu jawaban bagi pasangan kandidat Jokowi-Ma’ruf masih tersisa, sehingga Jokowi mempersilakan kandidat cawapresnya, Ma’ruf untuk ikut menambah jawabannya.

Namun Ma’ruf menjawab, “Cukup.” Warganet pun membandingkan jawaban antara Ma’ruf Amin itu dengan kesempatan cawapres Sandiaga Uno yang sudah beberapa kali ikut berbicara dalam debat.

Twitter pesan oleh @fullmoonfolks: Masalah HAM, pak kyai silakan menambahkanCukup )))

Twitter pesan oleh @ConnellyAL: Jokowi finally offers Ma’ruf Amin a chance to get involved, and he declines  “Cukup” (That’s enough). “I support what Jokowi said.” Meanwhile, Sandi has had a few opportunities already. #DebatPilpres2019

Setelah mengamati jalannya debat secara langsung, media Australia ABC berkomentar:

Pasangan calon nomor 01, masih jelas unggul di atas nomor 02. Namun Jokowi menghadapi tantangan besar dari pesaing yang ia kalahkan dalam pemilu tahun 2014.

Jokowi sekarang juga dinilai lebih agresif dibanding dengan lima tahun lalu.

Selain itu, petahana dinilai lebih handal dalam bertanya dan memberikan jawaban dalam hal korupsi serta ketidaksetaraan gender.

The Sydney Morning Herald menganalisa debat yang berlangsung Kamis malam dan menulis:

Kedua calon presiden dan calon wakil presiden tampak seperti robot dan jawaban yang diberikan sepertinya sangat diperhitungkan karena tidak mau mengambil risiko.

Berkaitan dengan itu, komentator harian itu juga mengkritik sistem debat, di mana para calon sudah mendapatkan kisi-kisi semua pertanyaan seminggu sebelum debat, sehingga sudah dapat mempersiapkan diri. Namun demikian, rakyat yang menonton debat tidak mendapat informasi lebih banyak dari jawaban para calon.

Baca Juga:   Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos, 2 Politikus Berinisial A Dilaporkan ke Bareksrim

Sydney Morning Herald menyimpulkan: “Debat berakhir tanpa adanya gagasan besar yang  baru dari para calon, dan hanya ada sedikit informasi baru tentang kebijakan yang mungkin akan mereka tempuh, jika menang. Mungkin, oleh sebab itu juga, kedua calon presiden tidak mendapat inspirasi untuk memberikan komentar positif tentang saingannya, ketika diberi kesempatan.

Harian Australia itu juga menyinggung, ini mungkin kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto untuk bisa meraih kursi presiden.

Media Singapura, The Straits Times terutama menilai, isu-isu yang jadi topik utama debat adalah isu-isu penting yang tepat untuk diangkat.

Tetapi sayangnya kedua kubu tidak memberikan rincian lebih banyak ketika menjawab pertanyaan, sebaliknya hanya memberikan jawaban secara umum.

The Strait Times dan sejumlah media asing lainnya menyoroti performa Ma’ruf Amin yang dinilai tidak menunjukkan prestasi gemilang.

Sydney Morning Heral mengomentari Ma’ruf Amin yang katanya perlu waktu hampir satu jam sebelum mulai berbicara untuk menjawab pertanyaan dari panelis.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com

Loading...