Adik Prabowo Ungkap di Balik Modal Jokowi Kala Jadi Gubernur DKI

47
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Adik Prabowo Ungkap di Balik Modal Jokowi Kala Jadi Gubernur DKI
Tak hanya itu, di depan Ahok, Hashim juga menyayangkan sikapnya yang cenderung tak menghargai Partai Gerindra. Karena Ahok tidak berpamitan dengan para petinggi Gerindra, Jakarta, Senin (15/9/2014) (Liputan6.com/Faisal R Syam)

BERITA RIAU, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Jokowi mengaku tak mengeluarkan uang sepeser pun saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI pada Pilkada 2012. Pernyataan Jokowi itu dibenarkan adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Namun, menurut Hashim, meski Jokowi tak keluar uang sepeser pun, bukan berarti kemenangan yang diraih kala itu tanpa biaya sama sekali.

“Pak Jokowi tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya. Uangnya dari saya itu kenyataan. Saya kira, ya maaf ya tidak benar itu,” kata Hashim di Jakarta, ditulis Rabu (23/1/2019).

“Maka saya heran waktu di debat kok enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu,” ucapnya.

Baca Juga:   Gabung Galaxy, Ibrahimovic Mau Potong Gaji 95 Persen, Kenapa Ya?

Hashim menampik dirinya menggelontorkan dana untuk Jokowi sebanyak Rp 600 miliar pada Pilgub DKI 2012. Dia hanya mengaku mengeluarkan uang yang sangat besar. Hashim mengaku memiliki bukti tersebut. Dia berani membuktikan bila pernyataannya diprotes oleh Jokowi.

“Beberapa kali Pak Jokowi datang ke kantor saya cukup sering dan minta bantuan waktu itu, yah karena Pak Prabowo yang usung Jokowi juga Ahok. Kan, dari kami walaupun Pak Jokowi dari PDIP, tapi Pak Prabowo yang usulkan Jokowi ke Mega,” ungkap Hashim.

“Pada awalnya Bu Mega enggak mau ke Jokowi, tapi Prabowo desak dan akhirnya Bu Mega setuju. Mengenai dana, Pak Jokowi beberapa kali datang ke saya dan saya ada catatan itu, ada data itu, kami bantu untuk Pak Jokowi,” sambungnya.

Baca Juga:   Calon Gubernur JABAR Melakukan Ziarah ke Makam Persiden Pertama RI Di Makam Mama Falak

Politikus Partai Gerindra itu mengaku tak meminta proyek atau bisnis apa pun ke Jokowi sebagai timbal balik. Hashim hanya minta Jokowi menuntaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta selama satu periode. Baginya, Jokowi mendapatkan tiket gratis dari Gerindra dan dia berharap ada pemerintahan bersih di Jakarta.

“Lima tahun kerja satu masa jabatan untuk Jakarta dan saya tidak minta proyek, tidak minta apa-apa. Kemudian ketika dia sudah jadi gubernur, saya minta saya jadi pengawas Ragunan di situ karena saya sangat cinta dengan satwa liar dan binatang. Tapi kalau bisnis dan proyek, saya enggak pernah minta dan Beliau tidak pernah janji,” tuturnya.

Baca Juga:   Seminar Kurma Nasional & Penanam Pohon Kurma Perdana Untuk Penghijauan Garis Pantai Serta Memajukan Pariwisata Aceh

Hashim bercerita, saat itu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menghendaki Fauzi Wibowo alias Foke menjadi cagub DKI lantaran Jokowi tak mempunyai uang. Perdebatan pun sempat alot. Namun, Ketum Gerindra Prabowo Subianto membujuk Megawati supaya Jokowi yang maju dengan harapan figur yang bersih, jujur, dan baik guna membenahi Jakarta.

“Waktu itu agak alot, beberapa kali pak Prabowo ketemu Ibu Mega. Pernah di Lenteng Agung, beberapa kali dan dihadiri beberapa kali petinggi PDIP, awalnya mereka tidak mau terima,” ungkapnya.

Hashim sangat menyesal dengan pernyataan Jokowi. Padahal, dia juga mengocek kantong untuk biayai baju kampanye kotak kotak dan baliho Jokowi.

“Kaus, baliho, baju kotak-kotak kami yang biayai,” ucap Hashim.

 

Sumber : Liputan6.com

Loading...