Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru Makin Terus Bertambah, Berikut ini Yang Harus Dilakukan

Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru Makin Terus Bertambah, Berikut ini Yang Harus Dilakukan
Petugas melakukan pengasapan pencegahan penyakit demam berdarah dengue atau DBD di Radio Dalam, Jakarta Selatan. Dok. Kompas.com/Kristianto Purnomo
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU-Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga pekan ketiga Januari 2019 terus bertambah.

Pada pekan ketiga awal tahun ini ada tujuh pasien DBD, sedangkan pada pekan pertama dan kedua Januari 2019 masing-masing terdapat dua orang warga yang terjangkit.

Saat ini jumlah pasien DBD yang dapat perawatan medis mencapai sebelas orang pasien.

“Ada tren peningkatan kasus DBD. Kondisi ini lantaran memasuki musim pancaroba atau peralihan,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution kepada Tribun, Kamis (24/1/2019).

Menurutnya, kebanyakan yang jadi pasien DBD yakni remaja usia 15 hingga 19 tahun.

Baca Juga:   Komunitas Siak Max Owners Juga Turun Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Sungai Apit Kabupaten Siak

Ada tujuh pasien remaja yang sudah mendapat perawatan. Sedangkan empat pasien lainnya sudah dewasa.

Pasien terbanyak ada di Kecamatan Sukajadi yakni tiga pasien. Lalu dua pasien masing-masing di Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Tampan.

Kemudian masing-masing satu pasien di Kecamatan Sail, Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Rumbai Pesisir.

“Kami imbau masyarakat untuk waspadai DBD. Sebab saat ini sudah masuk musim peralihan hujan dan panas,” paparnya.

Indra menyebut pihak dinas sudah melakukan proses fogging di sejumlah lokasi. Mereka sudah melakukan pengasapan di Payung Sekaki dan Sukajadi.

Baca Juga:   Kelakuan Kids Anak Jaman Now, Tak Terima Diputusin Malah Aniaya Pacarnya

“Kami juga lakukan fogging di Puskesmas Garuda, Marpoyan untuk antisipasi penyebaran DBD,” terangnya.

Masyarakat juga mesti mewaspadai lingkungan di sekitarnya untuk mengantisipasi munculnya genangan air.

Genangan air memicu berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit DBD.

Indra juga imbau masyarakat menerapkan pola 3M, yakni menguras penampungan air, menguburkan barang bekas dan menutup penampungan.

“Waspadai adanya air menggenang saat hujan, bisa saja menjadi tempat berkembangkangnya nyamuk Aedes,” pesannya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More