Jokowi Bantah Menyerang Personal Prabowo, Dia Sangat Bagus pada Debat Kedua Pilpres

96
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Jokowi Bantah Menyerang Personal Prabowo, Dia Sangat Bagus pada Debat Kedua Pilpres
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

BERITA RIAU, Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memuji penampilan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto pada debat kedua Pilpres 2019.

Menurut Jokowi, Prabowo sudah tampil dengan baik. “Oh, dia sangat bagus. Beliau sangat bagus,” kata dia usai mengikuti debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Ia tak ingin menilai lebih jauh siapa yang unggul dalam debat yang mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, lingkungan hidup dan sumber daya alam ini.

“Ya masyarakat lah yang unggul. Masyarakat lah yang menilai. Subtansi-subtansi apa yang kita sampaikan,” katanya.

Menurut Jokowi, dirinya hanya fokus menjelaskan apa saja yang sudah dikerjakannya dalam pemerintahan, serta apa yang akan dikembangkan ke depan.

“Tadi saya sudah menjelaskan apa yang sudah kita kerjakan, dan apa yang kurang lebih akan kita kerjakan ke depan. Saya kira jelas semuanya,” kata dia.

Calon presiden Joko Widodo membantah menyerang personal rivalnya, capres Prabowo Subianto saat debat kedua capres, Minggu (17/2/2019) malam.

Baca Juga:   KPK Akan Periksa Dirut Pertamina Nicke Widyawati Terkait Korupsi PLTU Riau

Saat debat, Jokowi mengungkapkan adanya penguasaan lahan ratusan ribu hektar oleh Prabowo.

“Personal itu kalau menyangkut rumah tangga, menyangkut anak istri. Ndak ada personal, itu kebijakan,” kata Jokowi seusai debat di Hotel Sultan, Jakarta.

Saat itu, Jokowi ditanya anggapan dirinya menyerang personal Prabowo terkait kepemilikan lahan.

Saat debat, Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan Aceh Tegah.

Awalnya, Jokowi membanggakan pemerintahannya yang sudah membagikan konsesi lahan untuk masyarakat adat, hak ulayat, petani hingga nelayan.

Totalnya, kata Jokowi, sudah sekitar 2,6 juta hektar dari 12,7 hektar yang disiapkan pemerintah.

Selain itu, Jokowi menambahkan, pemerintah mendampingi mereka agar tanah-tanah yang diberikan menjadi produktif.

Tanah tersebut ada yang ditanam kopi, buah, hingga jagung. Selain itu, Jokowi menyinggung pembagian sertifikat tanah kepada rakyat.

Pada 2017 dan 2018, kata dia, sekitar 12 juta sertifikat sudah diberikan kepada rakyat.

Baca Juga:   Ada 2 Kendala Yang Persulit Pencarian Korban Tenggelam KM Sinar Bangun

Sertifikat tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk permodalan dengan diagunkan ke bank.

Jokowi berjanji akan terus menyelesaikan masalah sertifikat tanah hingga 12,7 juta hektar.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Capres Prabowo mengaku memiliki padangan berbeda.

Menurut dia, program pembagian sertifikat tersebut memang menarik dan populer.

Namun, kata dia, program itu hanya menguntungkan satu atau dua generasi.

Di sisi lain, kata Prabowo, rakyat Indonesia terus bertambah hingga 3,5 juta setiap tahun, sementara tanah tidak bertambah.

“Jadi kalau bapak bangga dengan bagi-bagi 12 juta, 20 juta (sertifikat), pada saatnya tidak ada lagi lahan untuk dibagi. Bagaimana nanti masa depan anak cucu kita,” ucap Prabowo.

Jika dirinya terpilih menjadi presiden, Prabowo berjanji akan mewujudkan Pasal 33 UUD 1945, yakni bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Baca Juga:   Sandiaga Uno : Saya Meminta Ratna Sarumpaet Tak Somasi Dishub

Jokowi kemudian mengomentari pernyataan Prabowo. Ia menekankan bahwa sekitar 2,6 juta tanah produktif tersebut tidak diberikan untuk kelompok kaya.

Ia lalu menyebut lahan yang dimiliki Prabowo.

“Kita tidak berikan kepada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar juga di Aceh Tengah 120.000 hektar. Saya hanya ingin sampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” pungkas Jokowi.

Menjawab pernyataan Jokowi, Prabowo mengakui menguasai lahan tersebut.

Namun, Prabowo mengaku hanya memiliki hak guna usaha (HGU).

Sementara tanah tersebut milik negara.

“Itu benar. tapi itu HGU (hak guna usaha), itu milik negara,” ujar Prabowo.

“Setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela kembalikan itu semua,” kata Prabowo.

“Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot,” pungkas Prabowo.

Sumber : Tribunpekanbaru.com