Warga Desa Koto Aman Kembali Berunjukrasa Mereka Menagih Janji Presiden Jokowi

Warga Desa Koto Aman Kembali Berunjukrasa Mereka Menagih Janji Presiden Jokowi
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Desa Koto Aman Menggugat (Pekam) melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Zapin Pekanbaru Selasa (5/3/2019) Dok.Istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Jalan Sudirman depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (5/3/2019) sore macet total.

Pasalnya, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Desa Koto Aman Menggugat (Pekam) melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Zapin Pekanbaru.

Untuk yang kesekian kalinya, mereka menuntut janji Presiden RI Joko Widodo yang akan menuntaskan konflik agraria di desa Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar, Riau yang pernah disebutkan empat bulan lalu.

“Kami menagih janjimu pak Jokowi. Katanya akan menyelesaikan konflik agraria di desa kami empat bulan lalu. Tapi nyatanya apa, sampai sekarang belum tuntas juga,” kata Koordinator Lapangan Aksi, Dapson dalam orasinya menggunakan pengeras suara sambil berdiri di atas tumpukan speaker yang disusun di atas mobil pick up.

Baca Juga:   Tim Kukerta Universitas Riau di Desa Pulau Gadang Desain Home Stay Apung di Objek Wisata Dermaga Tepian Mahligai Kabupaten Kampar

“Hari ini kami sampaikan sumpah bahwa kami akan meneteskan darah kami, bahkan nyawa kami pun akan kami korbankan demi hak dan masa depan anak cucu kami,” teriaknya disambut teriakan massa.

Pendemo yang didominasi ini ibu-ibu ini duduk lesehan di pinggir jalan tepat di depan pagar Kantor Gubernur Riau.

Mereka terus berteriak menyampaikan tuntuntannya.

Sebab hingga sampai saat ini Presiden Jokowi tidak bisa menuntaskan persoalan mereka.

“Jangan pernah bicara lahan perkebunan di tangan asing untuk masyarakat. Presiden pernah menyampaikan HGU akan dikembalikan ke rakyat, tapi nyatanya mereka sudah datang hanya menebar janji,” katanya.

Pendemo menyampaikan terkait perjuangan untuk mendapatkan hak-haknya yang diduga dirampas perusahaan.

 

“Kita tidak akan pulang ataupun mundur sebelum kami terlepas dari penjajah kapitalis di desa kami. Yakni kembalikan lahan kami seluas 1.500 hektare yang telah dirampas PT SBAL,” ujarnya.

Baca Juga:   Anggota Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti Diingatkan Agar Tidak Mengunjungi Tempat Hiburan Malam Apalagi Sampai Mengkonsumsi Miras dan Narkoba

Menurutnya hampir 80 persen lahan kehidupan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar, Riau dikelola oleh perusahaan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) sejak tahun 1991.

“Itu adalah awal dari masa kelamnya anak cucu kami di sana. Dimana pada tahun itu pihak asing mulai masuk ke tanah kami dan menyerobot lahan kami dengan modus perkebunan kelapa yang pada akhirnya berubah menjadi kebun kelapa sawit,” kata Dapson.

“Para pemangku jabatan di negeri ini sudah buta, tuli dan bisu terhadap nasib kami di desa yang terpencil dan tertindas. Kebohongan janji pada petingging Riau ini sudah membuat kami bosan, bahkan pemimpin di republik ini juga ikut memberi janji manis yang sangat menyayat hati kami masyarakat kecil,”pungkasnya.

Baca Juga:   Untuk Warga Yang Datanya Terekam Ganda, Disdukcapil Pekanbaru Pastikan Tidak Bisa Rekam Data Lagi

Hingga berita ini ditulis aksi masih berjalan dan belum ada satu pun pihak pemerintah daerah yang menemui pendemo di depan kantor Gubenur Riau.

Bahkan mereka mengancam akan menginap dan mendirikan tenda di pinggir jalan di depan kantor Gubenur Riau.

“Iya, kami akan menginap disini,” kata Erni salah seorang pendemo.

Hingga pukul 20.30 malam, para pendemo belum juga beranjak. Mereka menginap di pinggir Jalan Cut Nyak Dien, di samping kantor Gubernur Riau.

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More