Hasil Tes Urine Andi Arief di RSKO Jakarta Negatif Narkoba, Apa Kata BNN

39
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Hasil Tes Urine Andi Arief di RSKO Jakarta Negatif Narkoba, Apa Kata BNN
Kabag Humas BNN Kombes Sulistyo Pudjo Dok.Istimewa

BERITA RIAU, Jakarta Beredar hasil drug test atau tes narkoba politikus Partai Demokrat Andi Arief di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta pada Jumat (8/3/2019) sore. Hasilnya, urine Wasekjen Demokrat itu negatif mengandung narkoba.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan, bahwa pengguna narkoba tidak selamanya terdeteksi. Ada batas waktu tertentu zat narkoba pada tubuh pengguna terbaca.

“Mengenai hasil pemeriksaan tadi di RSKO, silakan didalami. Tetapi ingat bahwa seseorang sehabis memakai narkoba itu ada masa tidak terbaca, baik diambil darah, air seni, maupun rambut,” ujar Pudjo saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2017).

Baca Juga:   Direktur PT PLN Di Panggil KPK Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

Menurut Pudjo, zat narkoba sudah tidak terbaca pada darah setelah pemakaian lewat dari dua hari. Sementara kandungan narkoba tidak terbaca pada urine setelah pemakaian lewat tiga hari.

“Kalau (pemeriksaan) rambut itu bisa lewat dari lima hari,” tuturnya.

Dia menegaskan, apapun hasil pengecekan yang dilakukan rumah sakit, Andi Arief tetap wajib menjalani rehabilitasi. Hal itu didasarkan pada rekomendasi yang dikeluarkan Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNN yang memutuskan bahwa Andi Arief wajib menjalani rehabilitasi narkoba.

“Itu kan buat kebutuhan beliau sendiri, demi kesehatan, demi keluarganya. Makanya beliau harus mengikuti perintah undang-undang dan dokter agar sehat,” ucap Pudjo.

Baca Juga:   CVR Lion Air PK LQP Di Temukan

Beredar di kalangan jurnalis gambar lembar hasil laboratorium untuk Andi Arief di RSKO, Jakarta Timur. Drug test dengan spesimen urine itu diambil pada Jumat (8/3/2019) pukul 15.30 hingga 16.00 WIB.

Hasilnya, urine Andi Arief dinyatakan negatif mengandung zat benzodiazepine, cannabis, opiate, amphetamine, dan MDMA. Pemeriksaan itu menggunakan metode rapid chromatographie immunoassay (skrining test).