Habib Bahar bin Smith Akan Ancam Jokowi

50
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Habib Bahar bin Smith Akan Ancam Jokowi
Habib Bahar bin Smith saat memasuki ruang persidangan, Kamis (14/3/2019). Dok.Istimewa

BERITA RIAU, Habib Bahar bin Smith mengeluarkan pernyataan bernada ‘ancaman’ kepada Presiden Jokowi.

Pernyataannya soal Jokowi itu dikatakan Habib Bahar bin Smith saat ia ditemui sejumlah wartawan seusai menjalani sidangnya yang beragendakan pembacaan tanggapan tertulis dari Jaksa Penuntut Umum atas eksepsidari tim kuasa hukum terdakwa.

“Saya sampaikan kepada Jokowi, tunggu saya keluar. Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, akan dia rasakan pedasnya,” kata Habib Bahar bin Smith saat keluar ruangan sidang di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Pernyatan tersebut dinyatakannya saat ia sedang berjalan keluar ruang sidang.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai pernyataan Habib Bahar bin Smith yang bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah bentuk penggiringan opini masyarakat yang bermuatan negatif.

“Saya pikir dari dulu sudah sebuah penggiringan opini berjalan terus-menerus semua persoalan selalu dikaitkan dengan Pak Jokowi, bahkan sandal hilang di masjid pun Pak Jokowi yang disalahkan,” ujar Moeldoko di Pangkalpinang

Baca Juga:   Sontoloyo hingga Kampanye Depan Bocah, Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Terdampak?

Moeldoko melihat, penggiringan opini di masyarakat oleh pihak-pihak tertentu, agar semua persoalan yang terjadi di Indonesia gara-gara presiden adalah fenomena baru dan lucu di Tanah Air.

“Si Andi Arief (politikus Demokrat) yang sedang fly sedang menikmati hobinya, Pak Jokowi yang disalahin, ini gimana sih, ada sebuah anomali berpikir kita, perlu diluruskan negara ini agar masyarakat tidak seenaknya mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi khususnya,” paparnya.

Menurut mantan Panglima TNI itu, tudingan negatif kerap dilontarkan kepada Jokowi mendekati Pilpres 2019 memiliki tujuan ganda.

Pertama, melemahkan kepemimpinan Jokowi seolah-olah tidak mampu memimpin.

Berikutnya, yang kedua adalah membuat sebuah opini memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik praktis,” ucap Moeldoko.

Baca Juga:   Jokowi Jajal Kopi Lokal Riau Yang Tak Kalah Nikmatnya Dengan Kopi Menantunya

Ia pun melihat pernyataan Bahar yang bernada ancaman kepada Jokowi, menunjukkan dirinya tidak mengetahui secara baik sistem hukum di Indonesia.

“Saya pikir itu tidak tepat bahwa seolah-olah presiden yang melakukan Law enforcement, itu perlu belajar lagi itu Smith itu,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, presiden sama sekali tidak pernah melakukan intervensi hukum, termasuk kasus Bahar yang saat ini masih dalam proses persidangan.

“Semua hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hukum tentunya, jadi presiden dalam konteks ini sama sekali tidak intervensi tidak ikut campur,” kata Moeldoko.

Diketahui, setelah menjalani persidangan, Bahar bin Smith lontarkan pernyataan bernada ancaman untuk Presiden Jokowi.

Bahar menjalani sidang pembacaan tanggapan tertulis Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi dari tim kuasa hukum terdakwa terkait kasus penganiayaan, pada Kamis (14/3/2019).

Baca Juga:   Adik Prabowo Ungkap di Balik Modal Jokowi Kala Jadi Gubernur DKI

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menolak atas seluruh eksepsi tim Penasehat Hukum Terdakwa Habib Bahar bin Smith di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Seluruh permohonan penolakan tersebut disampaikan JPU di hadapan majelis hakim dalam persidangan yang beragendakan tanggapan tertulis dari JPU atas eksepsi dari tim kuasa hukum terdakwa.

“Kami meminta majelis hakim untuk menolak seluruh eksepsi yang diajukan, menyatakan bahwa surat dakwaan yang kami susun sudah lengkap dan cermat, menerima surat dakwaan yang akan dijadikan dasar pemeriksaan dan mengadili terdakwa, dan melanjutkan persidangan untuk mengadili terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum.

Majelis hakim pun kemudian meminta waktu untuk memutuskan hal tersebut.

Sumber : Tribunpekanbaru.com