Jelang Arus Mudik Lebaran Banyak Jalan Yang Rusak, DPRD Riau Minta Dinas PU Segera Lakukan Perbaikan

Jelang Arus Mudik Lebaran Banyak Jalan Yang Rusak, DPRD Riau Minta Dinas PU Segera Lakukan Perbaikan
RUSAK PARAH- Pengendara melintasi jalan yang rusak parah di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu. Kondisi jalan rusak ini dapat ditemukan mulai dari arah Sei Gergaji hingga Pulau Kijang. Dok.Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio
Bagikan :

BERITA RIAU, Kondisi jalan yang ada di Provinsi Riau banyak yang mengalami kerusakan. Tidak terkecuali di ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Kalangan legislatif meminta kepada Pemprov Riau agar segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak. Khususnya jalan yang menjadi tanggungjawab Pemprov Riau.

“Tolong jalan-jalan yang kurang baik dan kurang bagus diperbaiki. Jangan sampai nunggu mudik baru diperbaiki. Sebab anggaran daerah yang digelontorkan untuk perbaikan jalan sudah cukup besar,” kata Anggota komisi IV DPRD Riau, Asri Auzar, Rabu (1/5/2019).

“Kita minta Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan jalan yang sudah dianggarkan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, Dinas PUPR harus segera melakukan perbaikan.

Sebab sebentar lagi akan masuk bulan puasa dan hari raya idulfitri. Sehingga arus mudik lebaran nanti tidak terganggu dengan adanya jalan yang rusak.

Baca Juga:   Polsek Mandau dan Bhayangkari Memberikan Bantuan Sembako Kepada Sejumlah Keluarga dan Panti Asuhan

“Jadi jangan pas mau datang presiden diperbaiki. Datang Gubernur diperbaiki. Mau lebaran baru diperbaiki. Yang mau lewatkan masyarakat, mereka yang bayar pajak. Jadi masyarakat yang harus diprioritaskan. Setiap UPT yang ada di Kabupaten/kota itu ada Rp20 miliar untuk anggaran perawatan jalan di Dinas PUPR, jadi kita minta ini diprioritaskan,” katanya.

Seperti diketahui, tidak hanya jalan yang berada dibawah naungan Pemko Pekanbaru saja yang rusak. Namun sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru yang menjadi tanggungjawab provinsi dan nasional juga banyak yang rusak.

Seperti terpantau di hampir sepanjang jalan Subrantas mulai dari pasar pagi arengka hingga ke simpang tabek gadang. Kondidi jalan nasional ini bergelombang.

Bahkan di simpang tabek gadang terlihat ada lubang menganga. Yang lebih parah lagi masih di Jalan Subrantas, tepatnya di U-turn tidak jauh dari simpang Garuda Sakti.

Baca Juga:   kondisi jalan di Provinsi Riau Masi Banyak Yang Kurang Layak

Kemudian Jalan Riau Ujung, Jalan Parit Indah juga terpantau banyak yang berlubang dan membahayakan pengendara.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Dadang Eko Purwanto tidak menampiknya.

Dadang mengakui lebih separuh jalan milik Provinsi Riau mengalami kerusakan, mulai dari sedang hingga kerusakan berat.

Dadang menyebut dalam penganggaran tahun ini, sudah dialokasikan dana sebesar Rp 430 miliar untuk perbaikan jalan-jalan rusak itu.

Sedangkan untuk pemeliharaan jalan sudah disediakan pada angka di bawah Rp 200 miliar, dengan pagu tersendiri.

“Memang presentase kerusakan jalan milik provinsi itu besar. Tapi sudah dianggarkan untuk perbaikan, perawatan, termasuk untuk pembangunan jalan-jalan baru di beberapa daerah di Riau,” katanya .

Baca Juga:   Dishub Pekanbaru Turunkan Mobil Derek Pembersih Ranjau Paku di Jalan Nangka

Tahun ini prioritas pembangunan jalan berada di daerah-daerah yang menghubungkan antar provinsi.

Di antaranya, Riau berbatasan Sumur dan Riau berbatasan Sumbar, serta daerah-daerah tujuan wisata.

“Tahun ini pembangunannya di Simpang Maggala-Pujud, Rohil. Di sana ada banyak jalan-jalan yang rusak. Anggaran yang akan dikucurkan di sini lebih dari Rp100 miliar,” katanya.

Dadang menyampaikan, memang saat ini perlu adanya penambahan panjang jalan, terutama mendukung program prioritas dan pengembangan potensi wilayah, seperti ruas jalan yang menunjang konektivitas ke destinasi wisata, kawasan strategis nasional dan provinsi, kawasan pesisir dan perbatasan, kawasan sumber bahan baku industri.

“Kita harapkan dengan adanya pembangunan jalan ini bisa mendukung program pak Gubernur, untuk membuka akses dan membuka keterisoliran,” ujarnya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More