Mobil Dinas Anggota DPRD Sumatera Barat Ditilang Ditlantas Polda Riau Karena Menggunakan Tiga Plat Sekaligus

Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU Satu unit diduga mobil dinas anggota DPRD Sumatera Barat terjaring razia yang dilakukan Ditlantas Polda Riau, di Jalan Cut Nyak Dien, samping Puswil Kota Pekanbaru, Riau. Ironisnya mobil berplat merah tersebut menggunakan tiga plat palsu agar tidak diketahui identitasnya, Selasa (3/9/2019).

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Wimpiyanto, mengatakan pihaknya hari ini pihaknya melakukan kegiatan operasi Patuh Muaratakus hari yang ke-enam. Namun ada yang berbeda, kali ini pihaknya melakukan penindakan terhadap satu unit mobil dinas yang menggunakan tiga plat sekaligus. Plat yang digunakan mobil tersebut ialah BA 1046 BS , BA 1585 E, dan BA 2 E.

Baca Juga:   Memasuki Musim Kemarau, Riau Diprediksi Kering Mulai Mei Hingga Oktober

“Iya ada kita tindak kendaraan yang diduga milik anggota dewan yang dibawa oleh pengemudi yang pengakuannya itu warga Sumatra Barat. Mobil ini menggunakan plat nomor tidak sesuai dengan peruntukannya. Yang seharusnya itu mobil dinas tapi dia mengunakan plat non dinas. Jadi ini adalah pelanggaran yang tidak patut untuk dilakukan,” ujar Wimpiyanto kepada GoRiau.com, Selasa siang.

Kemudian atas pelanggaran itu pihaknya melakukan penindakan berbentuk penilangan dengan menahan SIM pengemudi kendaraan dan STNK kendaraan untuk dipertanggungjawabkan.

Hal itu diketahui berawal dari kecurigaan petugas yang melihat kondisi plat mobil dalam keadaantidak wajar.

Baca Juga:   Satlantas Polres Pelalawan Tilang 596 Kendaraan Hingga Hari ke-5 Operasi Patuh 2019

“Ketika diperiksa sama petugas trnyata plat nya itu lapis-lapis kita gatau juga tujuannya apa. Makanya nanti kita akan tanyakan apa tujuan menggunakan plat nomor yang sekian banyaknya,” terang Wimpiyanto.

Selanjutnya kata Wimpiyanto, pihaknya menduga hal itu dilakukan karena malu menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, sehingga membuat plat palsu agar tidak menjadi sorotan masyarakat.

“Ya itulah indikasinya kemungkinan dia malu membawa mobil dinas untuk jalan-jalan atau keperluan pribadi. Ya seharusnya kalau itu diperuntukkan negara untuk keperluan dinas ya digunakan untuk kegiatan dinas, bukan kegiatan yang sekiranya bisa membuat pandangan yang berbeda oleh masyarakat,” tandas Wimpiyanto.

Baca Juga:   Kejaksaan Negeri Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Alat Kesehatan RSUD Kepulauan Meranti

 

Sumber : www.goriau.com



Be Smart, Read More