Kuota untuk Angkutan Online di Riau Hanya 245 Saja?

Kuota untuk Angkutan Online di Riau Hanya 245 Saja?
Kuota untuk Angkutan Online di Riau Hanya 245 Saja?
Bagikan :

 

BERITA RIAU, PEKANBARU – Permenhub 108 tentang regulasi angkutan online dalam amanat Menhub harus diterapkan mulai 1 Februari 2018. Namun realisasinya di daerah masih belum berjalan sepenuhnya. Baru ada lima unit angkutan online yang mendaftarkan diri di Dinas Perhubungan Provinsi.

Bahkan hingga Februari ini baru ada 5 unit angkutan online yang mendaftarkan diri ke Dinas Perhubungan Provinsi Riau. Padahal sesuai arahan dalam Permenhub itu semua angkutan online harus daftarkan diri ke Dinas Perhubungan.

“Yang baru datang mendaftarkan diri ke Dinas Perhubungan itu baru 5 unit angkutan online, kuota yang disediakan di Riau itu ada 245 angkutan roda empat, “ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Taufiq kepada Tribun Rabu (7/2).

Baca Juga:   Sedang Makan Di Restoran Seorang Warga Pekanbaru Ini Tiba-Tiba Tumbang Lalu Meninggal

Menurut Taufiq, dalam Permenhub 108 itu diatur, angkutan online harus terdaftar di Dinas Perhubungan dan nantinya akan ditandai dengan pemasangan Stiker sebagai angkutan online.

“Diwajibkan mendaftar dan terdata dengan baik di Dinas Perhubungan, sehingga angkutan online itu bisa dinyatakan bertangungjawab kepada penumpang, “ujar Taufiq.

Tujuan didaftarkan sendiri angkutan online tersebut agar penumpang bisa lebih terjamin untuk menaiki angkutan tersebut. Karena jika sudah terdata dengan baik maka lebih terjamin dan begitu juga terdaftar di Jasa Raharja.

“Karena ada pengemudi angkutan online sendiri yang mengenakan singlet dan celana pendek. Jadi penumpang jadi takut, yang seperti ini harus diterbitkan, “jelas Taufiq.

Baca Juga:   Koramil 09 Singingi Yang Tergabung dalam Tim 10 Subsatgas Gab II Kodim 0302 Indragiri Hulu Patroli Lokasi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Untuk penindakan sendiri sampai saat ini belum ada dilakukan, karena Penegakan hukum masih menunggu pusat dan Kementerian Perhubungan. Sehingga saat ini masih terus dilakukan sosialisasi.

“Kami masih terus melakukan sosialisasi di lapangan untuk penegakan hukum belum dilakukan, “ujarnya.

Keberadaan angkutan online di Pekanbaru memang memudahkan masyarakat baik itu secara kebutuhan dalam layanan pesan makanan dan angkutan jasa.

“Menyenangkan dan memudahkan kebutuhan kita sehari – hari bisa lebih mudah yang jelas,” ujar Ratna seorang penikmat angkutan online.

Sementara pengguna angkutan online lain Syarifah mengaku sempat takut saat naik angkutan online saat pengemudinya hanya menggunakan kaos singlet dan celana pendek.

Baca Juga:   Hati-Hati Saat ADA Anak Di Di Atas Motor, Anak Ngegas Motor Seruduk Minimarket

“Saya pesan malam dan tiba-tiba sopirnya berpenampilan tidak rapi tentu kita jadi takut, “ujar Syarifah.(*)

 

 

Sumber : Tribunnews.com



Be Smart, Read More