Polisi Jadwalkan Rekonstruksi di TKP terkait Kasus Pembunuhan Rekan Kerja di Pelalawan

Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan korban Sama Arti Zai (25) yang dilakukan pelaku PH alias Putra (18) di Mapolres pada Selasa (12/01/2021) sore.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Pangkalan Kerinci, Polisi jadwalkan srekonstruksi di TKP terkait kasus pembunuhan rekan kerja di Pelalawan. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan Riau terus mendalami dan melengkapi berkas perkara pembunuhan yang terjadi di kebun milik Sudiman Jalan Poros Pemda Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam pada 23 Desember 2020 lalu.

Tim gabungan Satreskrim Polres Pelalawan dan Polsek Langgam telah mengamankan pelaku berinisial PH alias Putra (18) pada 10 Januari 2021 lalu di di daerah Bukti Barisan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Setelah ditangkap polisi, PH mengakui jika dirinya yang membunuh Sama Arti Zai (25) yang merupakan rekan kerjanya di kebun sawit milik Sudiman dan jenazahnya ditemukan di parit perkebunan.

PH membacok korban sebanyak delapan kali menggunakan parang panjang hingga meregang nyawa.

“Kita sedang menjadwalkan rekonstruksi kasus pembunuhan ini di Tempat Kejadian Perkara,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar SH SIK, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (20/01/2021).

Kasat Ario Damar menjelaskan, rekonstruksi akan digelar pada Senin (25/01/2021) mendatang dengan mengundang pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Baca Juga:   Direktorat Lalu Lintas Polda Riau Turun ke Polres Kampar Guna Nilai Program Quick Wins di Bagian Satpas SIM

Kemudian tersangka PH serta para saksi juga dihadirkan di TKP untuk memperagakan langsung pembunuhan yang menyebabkan rekan kerjanya meninggal dunia dengan luka parah.T

Tujuan rekonstruksi, kaya Ario Damar, penyidik dan jaksa ingin mengetahui secara rinci kronologis penganiayaan menggunakan parang panjang di areal kebun tempat pelaku dan korban bekerja.

Selain itu untuk melengkapi pemberkasan perkara dan mencocokkan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ada.

“Pelaku kita jerat pakai 338 junto 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia,” tambah Ario Damar.

Sampai saat ini tersangka meringkuk di sel tahanan Mapolres Pelalawan semenjak berhasil ditangkap dari tempat persembunyiannya.

Penyidik terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut. Hukuman penjara maksimal 15 tahun menanti Putra di pengadilan.

Kronologi

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Ario Damar merincikan, proses penangkapan tersangka PH tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama.

Mengingat lokasi persembunyian PH berada di pedalaman tepatnya di Bukti Barisan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Ia bersembunyi di pondok kebun milik keluarganya setelah membunuh korban di perkebunan sawit milik Sudiman di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Pelalawan

Baca Juga:   Car Free Night Dimulai 1 Maret di Pekanbaru, Kaum Millenials Dilibatkan Mengisi Konten Kreatif

“Tim gabungan sempat menggeledah pondok persembunyian pelaku selama 15 menit. Ternyata ia bersembunyi di balik pintu dan ditemukan anggota kita. Langsung kita bawa ke Pelalawan,” terang Kasat Ario.

Mantan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti ini membeberkan, berdasarkan interogasi kepada pelaku, pembunuhan terjadi akibat rasa sakit hati kepada korban.

Tetapi tidak ada perencanaan dari awal dan terjadi spontan akibat emosi.

Awalnya, korban memasak di tungku tempat mereka tinggal.

Keduanya merupakan karyawan kebun milik Sudiman di Langgam dan tinggal dalam satu pondok.

Melihat korban memasak dan tidak mematikan tungku masakan setelah dipakai, pelaku menegurnya.

Namun korban tak terima teguran tersebut dan emosi memarahi pelaku hingga terjadi cekcok mulut antara kedua dan berlanjut ke perkelahian fisik.

Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan korban Sama Arti Zai (25) yang dilakukan pelaku PH alias Putra (18) di Mapolres pada Selasa (12/01/2021) sore. (TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG)

Korban mengambil sebilah pisau yang ada di dekatnya dan mengancam pelaku.

Melihat dirinya dalam bahaya, pelaku lagi ke depan pondok dan menjumpai sebilah parang tajam sepanjang 70 centimeter.

Lantas ia mengambilnya dan menghadapi korban dengan membacok bagian leher sebelah kirinya satu kali.

“Saat korban terluka parah dan berlumuran darah, ia berlari menyelamatkan diri sejauh 50 meter. Tepat disamping parit kebun, korban jatuh karena mungkin tidak kuat lagi,” terang Kasat Ario.

Baca Juga:   Lahannya di Eksekusi, Petani Pangkalan Gondai Pelalawan Berharap Belas Kasih Negara

Pelaku yang sudah kepalang emosi dan kalap, ia mengejar korban dan kembali membacoknya berkali-kali hingga terluka parah.

Selanjutnya korban ditinggalkan dan pelaku kembali ke pondok untuk membersihkan darah yang berceceran.

Sambil melap darah menggunakan celananya, pelaku sadar jika korban masih hidup dan sempat duduk usai dibacok hingga delapan kali.

Selanjutnya ia kembali ke lokasi pembacokan dan melihat korban telah terjatuh ke parit tersebut.

“Pelaku sampai lupa berapa kali ia membacok korban, karena emosi dan kalap. Berdasarkan hasil otopsi ada delapan luka terbuka akibat benda tajam di tubuh korban,” kata Ario.

Selanjutnya pelaku merencanakan pelarian karena telah membunuh korban.

Ia meminjam sepeda motor milik mandor kebun bernama Saragih dan membawanya hingga ke Pandai Kabupaten Kampar.

Dari tempat itulah ia kabur ke lokasi persembunyiannya di Tapanuli Selatan.

Selama 17 hari setelah pembunuhan, pelaku berhasil ditangkap tim gabungan Polres Pelalawan pada tanggal 10 Januari di tengah hutan Bukit Barisan.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More