Gara-gara Cekcok Salah Kirim Chatting, Siswa SMK di Riau Tewas Dianiaya

Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) 01 Siak Hulu di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, bernama RK (17) tewas dianiaya.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Diandha menyebutkan, pelaku penganiayaan bernama Deni. Pelaku berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Bukit Raya dan diback-up Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Sabtu (4/1/2019).

“Pelaku ditangkap saat berada di dalam mobil truk yang sedang parkir di SPBU Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau,” ungkap Budhia pada wartawan, Sabtu.

Baca Juga:   Dinas Pendidikan Provinsi Riau Akan Terapkan Pemerataan Guru dengan Sistem Zonasi

Dia menerangkan, kasus penganiayaan dengan pemberatan itu terjadi di sebuah warnet di Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya, korban sedang bermain di dalam warnet bersama temannya, Anggi (saksi).

Tak lama setelah itu, dua orang teman korban yang lain, yang bernama Fikri dan Aldi, cekcok karena salah kirim chatting. Posisi Aldi berada di warnet lain. Karena itu, korban ingin mempertemukan kedua temannya, Fikri dan Aldi, agar permasalahan diselesaikan dengan berdamai.

Baca Juga:   Hanya Karena Puntung Rokok, Motor Warga Pekanbaru Terbakar di Depan Mapolda Riau

Namun, Aldi yang sedang berada di warnet lain kemudian datang bersama pelaku Deni dan tiga orang temannya yang lain ke warnet tempat korban berada. “Korban meminta masalah temannya diselesaikan dengan berdamai. Namun, pelaku Deni tidak mau. Mendengar hal itu korban merasa tidak senang, maka terjadi perkelahian,” kata Budhia.

Saat pertengkaran terjadi, sambung dia, datang seorang teman pelaku bernama Jeki untuk melerai. Pelaku saat itu mengaku dikeroyok oleh korban. Namun, korban mengatakan bahwa dia hanya ingin menyelesaikan masalah.

“Korban juga sempat meminta maaf. Akan tetapi, pelaku memukul kepala korban dua kali dengan kayu,” kata Budhia. “Setelah korban terjatuh, pelaku kembali memukul badan korban sebanyak tiga kali.” Pelaku, sebut dia, langsung kabur dari lokasi setelah menganiaya korban.

Baca Juga:   Ternyata Pabrik Batu Bata Milik PT IBP di Dumai Belum Ada Izin

Sedangkan korban dibawa oleh teman-temannya ke rumah sakit karena kritis. Mendapat informasi itu, ayah tiri korban, Suparman (40) melaporkan kasus tersebut ke Polsek Bukit Raya. “Jadi setelah dianiaya, korban sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari, namun meninggal dunia,” tutup Budhia.

Sumber : kompas.com



Be Smart, Read More