Kapal PT EMP Lalu Lalang, Nelayan di Meranti Mengeluh Hasil Tangkapan Berkurang

Bagikan :

BERITA RIAU, MERANTI – Kelompok nelayan di Desa Tanjung dan Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau mengeluhkan kapal PT Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Sebagaimana disampaikan Rudi Hartono, perwakilan dari kelompok nelayan Kuda Laut Sali, saat mediasi dengan PT EMP Malacca Strait di Kopitiam, Jalan Diponegoro, Selatpanjang, pada Ahad (19/1/2020).

Ia mengatakan, akibat beroperasinya kapal-kapal milik perusahaan yang melewati aliran sungai mereka berdampak terhadap tangkapan ikan para nelayan sekitar.

Baca Juga:   Pedagang Kaki Lima Dilarang Berjualan di Ruang Terbuka Hijau Kota Pekanbaru

“Karena hilir mudiknya ponton kapal, hasil tangkapan kami menjadi sangat berkurang, kami butuh makan pak, anak kami utuh biaya pendidikan, kalau ini terjadi kami akan semakin kesulitan,” ujar Rudi.

Ditambahkannya, nelayan lain dari Desa Maini juga mengeluhkan hal yang sama, kapal PT EMP yang beroperasi telah merusak fasilitas tepi sungai di desa mereka.

“Kami meminta untuk kapal yang beroperasi agar mengurangi kecepatan, karena sudah merobohkan jembatan kami dan ada juga sampan kami yang terkena gelombang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT EMP mengaku akan kembali menginventarisir seluruh kerugian yang ditanggung oleh masyarakat karena beroperasinya kapal di aliran sungai mereka.

Baca Juga:   Dishub Pekanbaru Sudah Identifikasi 1.097 PJU Ilegal Dan Masih Banyak Lagi PJU Ilegal Yang Sedang Di Data

“Keluhan bapak nelayan ini akan kami tampung, nanti tim kami akan mensurvei ke lapangan,” ujar perwakilan PT EMP, Asep Setiawan.

Asep mengaku bahwa selama ini pihaknya sudah cukup beehati-hati melewati sungai yang dekat dengan desa setempat.

“Tapi tetap nanti ini akan kami catat, terutama CSR untuk survey ke lapangan,” ujar Asep.

Pihak Polres Kepulauan Meranti sebagai mediator kedua belah pihak menyimpulkan apapun yang menjadi kesepakatan.

Selai itu pihak perusahaan diminta agar menjaga lingkungan supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan. Hal ini karena masyarakat juga menilai masih ada limbah yang terbuang di perairan mereka yang secara langsung berpengaruh terhadap tangkapan ikan.

Baca Juga:   Pekanbaru Diselimuti Asap Tipis Polusi Udara

“Terkait dengan limbah perusahaan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Instansi terkait,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat.

Taufiq juga berharap agar seluruh permasalahan dapat dibicarakan secara musyawarah dan mengedepankan keamanan dan ketertiban.

Sumber : riaulink.com



Be Smart, Read More