Lanud Roesmin Nurjadin Siaga Tempur Terkait Natuna

Bagikan :

PEKANBARU – Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin menyatakan siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan menyusul meningkatnya eskalasi di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dengan Tiongkok.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka di Pekanbaru, Senin mengatakan dua Skadron tempur 16 dan 12 siap untuk melaksanakan tugas pertahanan jika diperintah oleh Panglima TNI.

“Kita sudah siaga, tapi pergerakan nunggu perintah dari Panglima,” kata Ronny.

Hingga kini, dia mengatakan belum ada permintaan pengerahan jet tempur F-16 maupun Hawk 100/200 yang memperkuat pangkalan militer terlengkap di wilayah barat Indonesia tersebut.

Baca Juga:   Nenek 57 Tahun Bandar Sabu di Kabupaten Pelalawan Ditangkap

Dia juga menuturkan tidak ada peningkatan aktivitas patroli di kawasan perbatasan dengan meningkatnya ketegangan di wilayah laut Natuna.

“Kita masih standby di tempat. Patroli juga masih seperti biasa, landai saja,” ujarnya lagi.

Tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan China dalam beberapa hari terakhir memanas lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di Perairan Natuna hingga saat ini.

Sementara TNI sudah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan Perairan Natuna, Kepulauan Riau, hingga Senin (6/1).

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia.

Baca Juga:   Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kepulauan Meranti Masih Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Namun China secara sepihak mengklaim kawasan itu, masuk ke dalam wilayah mereka, dengan sebutan Nine Dash Line (sembilan garis putus-putus).

Mereka menganggap Nine Dash Line sebagai wilayah laut Cina Selatan seluas 2 juta kilometer persegi, berdasarkan hak maritim historis mereka.

Sumber : www.beritariau.com



Be Smart, Read More